"Tiap-tiap (yang berjiwa) pasti akan merasakan mati. Sesungguhnya kamu akan diberi pahala yang sempurna pada Hari Kiamat. Siapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga sungguh dia sangat beruntung. Dan kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan yang menipu," (Ali Imran : 185) |
| Pengemis Yahudi Buta |
|
|
|
| Thursday, 20 August 2009 20:36 |
|
Bismillah.. Ikhwah fillah, pernahkah mndgar kisah berikut ini? Kisah ini akan selalu dan pasti menggambarkan betapa Alloh SWT mempunyai 'kekasih' yang akhlaqul karim. Dan kisah ini smg menjadi ikhtibar bagi kita semua. Amiin Di sudut Pasar Madinah, ada seorang pengemis yahudi buta yang setiap harinya selalu berkata kpd setiap org yg mendekatinya,"Wahai Saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu org gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya". Namun, stp pagi Rasul SAW mendatanginya dg membawakan makanan, tanpa berucap sepatah kata pun Rasul SAW menyuapkan makanan yg dibawanya kpd pengemis itu sdgkn pengemis itu tdk mengetahui bahwa yg menyuapinya adalah Rasul SAW. Rasul melakukan hal ini stp hari sampai beliau wafat. Stlh wafatnya Rasul SAW, tdk ada lg org yg membawakan makanan stp pagi kpd pengemis yahudi buta itu. Suatu hari, sahabat terdekat Rasul SAW yakni Abu Bakar r.a. berkunjung ke rumah anaknya, Aisyah r.a., yg tdk lain tdk bkn merupakan istri Rasul SAW dan beliau bertanya kpd anaknya itu,"Anakku, adakah kebiasaan kekasihmu yg blm aku kerjakan?" Aisyah r.a. menjawab,"Wahai Ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah dan hampir tidak ada satu kebiasaannya pun yg blm ayah lakukan kecuali satu saja". "Apakah itu?" tanya Abu Bakar r.a. "Stp pagi Rasul SAW selalu pergi ke penghujung pasar dg membawakan makanan utk seorg pengemis yahudi buta yg ada di sana" kata Aisyah r.a. Keesokan harinya, Abu Bakar r.a. pergi ke pasar dg membawa makanan utk diberikan kpd pengemis itu. Abu Bakar r.a. mendatangi pengemis itu lalu memberikan makanan itu kpdnya. Ketika Abu Bakar r.a. mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil menghardik,"Siapakah kamu?" Abu Bakar r.a. menjawab,"Aku org yg biasa (mendatangi engkau)". "Bukan! Engkau bukan org yg biasa mendatangiku!" bantah si pengemis buta itu. Pengemis itu melanjutkan perkataannya,"Apabila ia dtg kpdku tdk susah tgn ini memegang dan tdk susah mulut ini mengunyah. Org yg biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tp terlebih dahulu dihaluskannya makanan tsb stlh ia berikan pdku". Abu Bakar r.a. tdk dpt menahan airmatanya, ia menangis sambil berkata kpd pengemis itu,"Aku memang bkn org yg biasa dtg pdmu. Aku adalah salah seorang sahabatnya, org yg mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad, Rasulullah SAW". Seketika itu jg pengemis itu pun menangis mendengar penjelasan Abu Bakar r.a. dan kemudian berkata,"Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tdk pernah memarahiku sedikit pun, ia mendatangiku dg membawa makanan stp pagi, ia begitu mulia.." Pengemis yahudi buta tsb akhirnya bersyahadat di hadapan Abu Bakar r.a. saat itu jg dan sjk hari itu mjd muslim. Ikhwah fillah, bisakah kita meneladani akhlaq Rasul SAW? Atau setidaknya niatkan utk meneladani beliau? Beliau adalah ahsanul akhlaq, semulia-mulia akhlaq. Kalaupun tdk seratus persen, alangkah baiknya kita berusaha meneladani beliau sedikit demi sedikit, mulai dari yg kita mampu. Sebarkanlah riwayat ini jika antum mencintai Rasulullahmu..
ditulis oleh : Nungki Dewi Puspita ( Catatan Nungki ) Bagikan ke saudara2 antum |
Comments